Majalah Nur Hidayah

Media Mencerdaskan Umat

Sunday, Apr 20th

Last update:08:12:27 PM GMT

Headlines:
You are here:

Hadits tentang Memelihara Lingkungan Hidup

E-mail Print PDF

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak seorang pun muslim yang menanam tumbuhan atau bercocok tanam, kemudian buahnya dimakan oleh burung atau manusia atau binatang ternak, kecuali yang dimakan itu akan bernilai sedekah untuknya.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim) Hadits tersebut terdapat dalam;
1. Shahih Bukhari, Nomor 2320, Kitab Al-Muzaro'ah
2. Shahih Muslim, Nomor hadits, 3950, Kitab Al-Musaqoh

Al-Imam Ibnu Baththol -rahimahullah- Syarh Ibnu Baththol Juz 11 hal. 473 berkata “Ini menunjukkan bahwa sedekah untuk semua jenis hewan dan makhluk bernyawa di dalamnya terdapat pahala.

A. Kandungan Hadits

Tidak ada hadits yang lebih kuat anjurannya terhadap usaha menanam selain hadits di atas. Alam dengan fitrahnya selalu menghasilkan kekayaan tanpa pamrih, bagaikan sumber cahaya matahari yang selalu menyinari tiada henti. Karena itu, walaupun hari kiamat akan datang, kita dianjurkan untuk terus menanam. Sebab yang dilihat Allah adalah usaha kita, bukan hasil yang akan kita petik saat itu. Karena bagi kita, berkerja dan memberi merupakan salah satu bentuk ibadah.
Artinya: “Jika hari kiamat telah tegak, sedang di tangan seorang di antara kalian terdapat bibit pohon korma; jika ia mampu untuk tidak berdiri sampai ia menanamnya, maka lakukanlah.” (Hadits Riwayat Al-Bukhoriy dan Ahmad)

B. Pelajaran yang Diambil dari Hadits tentang Menjaga Kelestarian Alam

1. Lingkungan Sebagai Suatu Sistem
Artinya bahwa lingkungan adalah suatu sistem yang terdiri atas komponen-komponen yang bekerja secara teratur sebagai suatu kesatuan. Atau seperangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Lingkungan terdiri atas unsur biotik (manusia, hewan, dan tumbuhan) dan abiotik (udara, air, tanah, iklim dan lainnya). Allah swt. berfirman: "Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakannya pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya." (Q.S. Al-Hijr/15: 19-20)

Hal ini senada dengan pengertian lingkungan hidup, yaitu sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang menentukan perikehidupan serta kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya. Atau bisa juga dikatakan sebagai suatu sistem kehidupan di mana terdapat campur tangan manusia terhadap tatanan ekosistem.

2. Pembangunan Lingkungan Hidup
Lingkungan hidup sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan manusia guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Allah swt. berfirman: "Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya, dan makanlah sebagian dari rizki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan." (Q.S. Al-Mulk/67: 15).

Akan tetapi, lingkungan hidup sebagai sumber daya mempunyai regenerasi dan asimilasi yang terbatas. Selama eksploitasi atau penggunaannya di bawah batas daya regenerasi atau asimilasi, maka sumber daya terbarui dapat digunakan secara lestari. Akan tetapi apabila batas itu dilampaui, sumber daya akan mengalami kerusakan dan fungsinya sebagai faktor produksi dan konsumsi atau sarana pelayanan akan mengalami gangguan.

Oleh karena itu, pembangunan lingkungan hidup pada hakikatnya untuk perubahan lingkungan hidup, yakni mengurangi risiko lingkungan dan atau memperbesar manfaat lingkungan. Sehingga manusia mempunyai tanggung jawab untuk memelihara dan memakmur-kan alam sekitarnya.

Upaya memelihara dan memakmurkan tersebut bertujuan untuk melestarikan daya dukung lingkungan yang dapat menopang secara berkelanjutan pertumbuhan dan perkembangan yang kita usahakan dalam pembangunan. Walaupun lingkungan berubah, kita usahakan agar tetap pada kondisi yang mampu untuk menopang secara terus-menerus pertumbuhan dan perkembangan, sehingga kelangsungan hidup kita dan anak cucu kita dapat terjamin pada tingkat mutu hidup yang makin baik. Konsep pembangunan ini lebih terkenal dengan pembangunan lingkungan berkelanjutan.

Berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan, Rasulullah saw. mengajarkan kepada kita tentang beberapa hal, di antaranya agar melakukan penghijauan, melestarikan kekayaan hewani dan hayati, dan lain sebagainya. Sebagaimana hadits di atas. Semoga hadits di atas memberi pelajaran pada kita untuk memelihara lingkungan hidup dengan menanam pohon di sekitar lingkungan kita. (Arr)



blog comments powered by Disqus

Share this post